Logo
HomeScanBeritahu SayaBeritaPola Kerja Sama

Berita Terakhir

Tips Pemberian Pupuk Kelapa Sawit Agar Berbuah Lebat

Tips Pemberian Pupuk Kelapa Sawit Agar Berbuah Lebat

admin14 July 2025
#sawit#pupuk#hama
3rd TPOMI 2025 Resmi Digelar, Kolaborasi Memperkuat Teknologi Sawit

3rd TPOMI 2025 Resmi Digelar, Kolaborasi Memperkuat Teknologi Sawit

editor113 July 2025
#sawit#teknologi
Dulu Panggul Karung 30 Kg, Petambak di Lampung Berubah Karena Teknologi

Dulu Panggul Karung 30 Kg, Petambak di Lampung Berubah Karena Teknologi

admin12 July 2025
#teknologi
Mengenal TBM1, TBM2, TBM3 pada Kelapa Sawit

Mengenal TBM1, TBM2, TBM3 pada Kelapa Sawit

admin01 July 2025
#sawit#pupuk
Kenaikan Harga CPO Memberikan Efek Positif ke Emiten Sawit

Kenaikan Harga CPO Memberikan Efek Positif ke Emiten Sawit

admin20 May 2025
#sawit
Semua
Berita
Hama & penyakit
Kelapa sawit
Pupuk
Teknologi
Tips Pemberian Pupuk Kelapa Sawit Agar Berbuah Lebat
Tips Pemberian Pupuk Kelapa Sawit Agar Berbuah Lebat

Supaya produktivitas meningkat, tulisan kali ini akan membahas tips sawit berbuah lebat, cara merawatnya dengan benar dan pupuk apa yang harus digunakan.

Tips dan Cara Kelapa Sawit Berbuah Lebat

Tanaman berbuah lebat tentu menjadi harapan semua petani kelapa sawit. Agar hasil produksi optimal perlu tahu pupuk agar sawit tidak trek. Trek adalah kondisi sawit tidak berbuah banyak seperti biasanya.

Kunci utama ada pada pemeliharaan kelapa sawit secara benar dengan pilihan pupuk paling tepat. Bagaimana tips dan cara supaya sawit buahnya lebat dan tidak trek? Berikut penjelasan lengkapnya:

1. Metode Pemeliharaan Menyesuaikan Lingkungan

Lahan sawit antara daerah satu dengan yang lain berbeda-beda, seperti jenis tanah dan cuaca. Maka, membutuhkan pemeliharaan yang berbeda menyesuaikan lingkungan.

Misalkan sawit pada lahan mineral tidak butuh banyak Fe dan Ce. Akan tetapi berbanding terbalik pada sawit lahan gambut. Media gambut membutuhkan pupuk untuk buah sawit supaya besar dan berat seperti Fe dan Cu dalam jumlah banyak dengan sistem drainase terbaik.

2. Pengendalian Gulma

Tanaman pengganggu pada tanaman pokok disebut gulma. Gulma yang semakin rimbun mengganggu tumbuh kembang kelapa sawit bahkan bisa menimbulkan hama penyakit dan sawit kekurangan nutrisi.

Untuk itu butuh penanganan gulma secara rutin sehingga unsur hara dalam tanah selalu tersedia dan mencukupi nutrisi sawit.

3. Penggunaan Alat Berteknologi Canggih

Dukungan alat berteknologi canggih memudahkan pemeliharaan kelapa sawit. Alat dan mesin pertanian ini membantu petani dalam memelihara kelapa sawit dengan baik.

Meskipun, adanya alat mesin membutuhkan biaya tinggi tapi akan memaksimalkan efisiensi biaya produksi.

4. Pemupukan Sesuai Jadwal dengan Dosis Tepat

Jarak waktu pemupukan kelapa sawit berbeda-beda tergantung kebutuhan dan usia tanaman. Namun, yang pasti pemupukan sesuai jadwal dengan dosis tepat.

Pupuk yang digunakan standar seperti ZA dan urea. Untuk lebih bagusnya dengan pupuk berkualitas seperti pupuk organik dengan banyak manfaat. Manfaat pupuk organik adalah tanaman bisa berbuah lebat, anti trek dan tetap dapat menjaga kelestarian lingkungan.

5. Pengaturan Penunasan

Aturan untuk penunasan bertujuan agar struktur tanaman kelapa sawit tetap terjaga dan meningkatkan produktivitas.

Usia kurang dari 9 tahun aturan penunasan songgo 3. Umur 9-15 tahun dengan penunasan songgo 2. Jika lebih dari 15 tahun usianya dengan penunasan songgo 1. Songgo merupakan pelepah penyangga buah agar buah matang maksimal.

6. Metode Panen yang Benar

Jenis pupuk kelapa sawit agar berbuah lebat ada banyak pilihan dengan tetap memperhatikan kebutuhan sawit agar panen melimpah. Pastikan juga saat panen harus dengan metode teknik yang benar.

Apabila sembarangan, tanaman sawit bisa stres dan menurunkan tingkat produktivitas tanaman. Sawit yang stres akan sulit mengeluarkan bunga lagi sehingga buahnya tidak bisa lebat.

Tips di atas bisa diterapkan agar buah lebat dan hasil panen melimpah. Pilihan pupuk harus berkualitas dan ampuh untuk meningkatkan mutu dan buah.

 

admin
July 14, 2025
#sawit#pupuk#hama
3rd TPOMI 2025 Resmi Digelar, Kolaborasi Memperkuat Teknologi Sawit
3rd TPOMI 2025 Resmi Digelar, Kolaborasi Memperkuat Teknologi Sawit

3rd Technology and Talent Palm Oil Mill Indonesia (TPOMI) 2025 yang digelar pada 8–10 Juli 2025 di Holiday Inn Bandung Pasteur, Jawa Barat berikan sorotan kepada industri teknologi pengolahan kelapa sawit. Acara ini menjadi ajang strategis untuk mempertemukan para pelaku industri, penyedia teknologi, akademisi, serta pengambil kebijakan guna memperkuat sinergi antara teknologi dan sumber daya manusia (SDM) dalam menghadapi tantangan pengolahan sawit berkelanjutan.

Event ini diselenggarakan Media Perkebunan bekerja sama dengan Perkumpulan Praktisi Profesional Perkebunan (P3PI), 3rd TPOMI 2025 mengangkat tema besar “Updating Technology & Talent for Palm Oil Mill and Downstream”. Opening 3rd TPOMI 2025 secara resmi dilakukan pada hari ini, Rabu (09/07) oleh Pembina Media Perkebunan sekaligus Deputi Bidang Karantina Tumbuhan, Ir. Bambang, M.M. bersama dengan taf Ahli Bidang Konektivitas dan Pengembangan Jasa, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Dida Gardera, ST., M.Sc., dan Ketua Perkumpulan Praktisi Profesional Perkebunan (P3PI) sekaligus Chief Excecutive TPOMI, Ir. Posma Sinurat.

editor1
July 13, 2025
#sawit#teknologi
Dulu Panggul Karung 30 Kg, Petambak di Lampung Berubah Karena Teknologi
Dulu Panggul Karung 30 Kg, Petambak di Lampung Berubah Karena Teknologi

Teknologi dapat mengubah dan mengurangi beban seseorang. Para petambak ikan di Lampung misalnya, mereka dibantu teknologi autofeeder untuk memberi makan ikan.

Dalam perjalanan kali ini, detikcom diajak BAKTI Komdigi untuk menjelajah sekitar 86 km dari Kota Bandar Lampung. Selama 1 jam 40 menit, kami tiba di Dusun 008, Desa Bangunan, Kecamatan Palas, Kabupaten Lampung Selatan. Kami disambut langsung oleh perwakilan Kelompok Budidaya Ikan (POKDAKAN) Margo Rejo Semarang Jaya. Salah satu yang menemani kami adalah Jasmo (53).

admin
July 12, 2025
#teknologi
Mengenal TBM1, TBM2, TBM3 pada Kelapa Sawit
Mengenal TBM1, TBM2, TBM3 pada Kelapa Sawit

Sawit Notif – Tahapan perawatan tanaman belum menghasilkan kelapa sawit membutuhkan ketelatenan dari petani sawit. Kegiatan pemeliharaan atau perawatan Tanaman Belum Menghasilkan (TBM) terdiri dari konsolidasi, penyisipan, perawatan piringan, serta tahapan lainnya.

Pemeliharaan TBM dan TM kelapa sawit memiliki sejumlah perbedaan. Bukan tanpa sebab, kedua fase ini memiliki kebutuhan yang berbeda. Fokus dan frekuensi pemeliharaannya juga berbeda.

Apa Itu Tanaman Belum Menghasilkan (TBM) Kelapa Sawit

Pembahasan pertama akan mengulas mengenai pengertian tanaman belum menghasilkan kelapa sawit. Secara sederhana TBM adalah fase awal dalam siklus hidup tanaman kelapa sawit. Sejak proses penanaman di lapangan hingga tanaman menghasilkan tandan buah segar.

Fase ini berlangsung sejak 0 hingga 3 tahun usia tanam (0-30/36 bulan). Kegiatan pemeliharaan berfokus pada pertumbuhan vegetatif yang lebih optimal. Meliputi pengembangan akar, daun, hingga batang tanaman kelapa sawit.

admin
July 1, 2025
#sawit#pupuk
Kenaikan Harga CPO Memberikan Efek Positif ke Emiten Sawit
Kenaikan Harga CPO Memberikan Efek Positif ke Emiten Sawit

Sawit Notif – Harga minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) diperkirakan tengah berada dalam fase uptrend jangka pendek. Sementara itu, produksi CPO diprediksi akan terus meningkat hingga September 2025, setelah mencatat pertumbuhan selama tiga bulan berturut-turut hingga Mei lalu.

Dilansir dari metrotvnews.com, Peningkatan produksi ini didorong oleh faktor cuaca yang mendukung serta pelaksanaan program peremajaan tanaman yang terus berlangsung. Di sisi lain, tekanan terhadap harga mampu tertahan berkat adanya sinyal kuat dari peningkatan permintaan ekspor.

Menurut Herditya WicaksanaHead of Research MNC Sekuritas, tren kenaikan harga CPO memberi dampak positif terhadap sejumlah saham emiten sawit, termasuk PT Jaya Agra Wattie Tbk (JAWA). Ia menyarankan investor untuk menerapkan strategi “Buy if Break” dengan titik support di Rp171 dan resistance di Rp190 per saham. Target harga diperkirakan berada dalam kisaran Rp200 hingga Rp212.

“Untuk saat ini, saham-saham emiten CPO lebih cocok dipertimbangkan untuk investasi jangka pendek, mengingat pergerakan harga yang cenderung konsolidatif dalam beberapa waktu terakhir,” ujarnya dalam pernyataan tertulis, Selasa (17/6/2025).

admin
May 20, 2025
#sawit